Bangun Partisipasi Publik Dalam Pemilu


  • 09-04-2019
  • Fadjar Efendy Rasjid

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo menekankan bahwa tugas media adalah menciptakan partisipasi publik dalam pemilu. “Terbelahnya (pilihan) saat ini menciptakan situasi tidak sehat untuk republik ini,” ungkapnya dalam Diskusi Indeks Kemerdekaan Pers dan Liputan Media yang Profesional untuk Media Berkualitas di Perpustakaan Ubaya pada Senin, 18 Maret 2019.

Hal senada dituturkan Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen Surabaya Eben Haezer. “Ada kepentingan politik dan ekonomi yang menunggangi konten-konten media,” ujarnya. Tingkat kepercayaan masyarakat di Indonesia pun cukup rendah terhadap media dan hal ini dapat berdampak pada kekerasan terhadap jurnalis di lapangan. Fenomena ini pun berbanding terbalik dengan Amerika Serikat di mana tingkat kepercayaan publik terhadap media yang meningkat di era pasca-kebenaran ini.

Bagi Kepala Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang, Himawan Sutanto, fenomena tersebut sudah mulai terlihat. “Peminatan jurnalistik turun hampir 70 persen,” ujarnya. “Kebanyakan maunya PR(public relations- hubungan masyarakat). Hal ini akan berdampak pada profesionalisme jurnalis itu sendiri,” tambahnya.

Sesi diskusi diikuti dengan antusias oleh para peserta, terbukti dari banyaknya pertanyaan yang diluncurkan. Acara tersebut turut mengundang peneliti Dewan Pers Antonio Pradjasto dan peneliti Pusat Studi Hak Asasi Manusia (Pusham) Ubaya Aloysia Vira yang mengaitkan dampak dari fenomena di lapangan terhadap indeks kemerdekaan pers dan bagaimana hal tersebut akan berdampak pada masyarakat sendiri. Cara-cara yang seharusnya dilakukan media adalah dengan melakukan verifikasi, klarifikasi, dan konfirmasi terhadap suatu peristiwa tetapi hanya konfirmasi saja yang dilakukan oleh banyak outlet media. Jangan sampai kepentingan ekonomi media membuat banyak aspek-aspek jurnalistik yang diabaikan. (brm)

Update: 09-04-2019 | Dibaca 699 kali | Download versi pdf: Bangun-Partisipasi-Publik-Dalam-Pemilu.pdf