35 Mahasiswi Ubaya Sajikan -Dance- Sumpah Pemuda


  • 01-11-2016
  • Fadjar Efendy Rasjid

Surabaya (Antara Jatim) - Sebanyak 35 mahasiswi dan mahasiwa lintas fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) menyajikan "dance" dalam tiga bentuk untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yakni tari tradisional kreasi baru, breakdance, dan kolaborasi hip hop-flashmob.

Puluhan mahasiswi-mahasiswa itu menciptakan kejutan pada Hari Sumpah Pemuda dengan mendatangi Kantin Fakultas Psikologi Ubaya pada jam istirahat, lalu memainkan musik dan akhirnya maju dengan serentak untuk memainkan "creative dance" untuk Sumpah Pemuda di kantin itu, Jumat.

"Tiga bentuk tari atau dance itu sengaja dilakukan pada jam istirahat perkuliahan utnuk memberi kejutan pada pengunjung kantin, bahkan pengelola kantin juga tidak tahu. Mereka menyampaikan satu pesan Sumpah Pemuda yakni semangat," kata Pembina UKM Tari, Guguh Sujatmiko M.Ds.

Semangat itu antara lain ditunjukkan dengan seorang mahasiswa yang tambun dengan berat badan 80 kilogram lebih, namun terbukti bisa menyajikan semua jenis tarian itu dengan sangat lincah.

"Gendut juga bisa gerak, asalkan kita bangkit, selalu semangat, dan gigih dalam berusaha," kata dosen muda dari Fakultas Industri Kreatif (FIK) Ubaya itu.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa bertubuh tambun, Rido, mengaku agak susah dalam melakukan gerakan yang energik dalam ketiga bentuk tarian itu, namun dirinya dapat melakukan hal itu, karena dirinya ingin memberikan kejutan kepada rekan-rekannya di kantin itu.

"Berat badan saya memang lebih dari 80 kilogram, tapi dengan beberapa kali latihan, ternyata ya bisa juga," kata mahasiswa Fakultas Farmasi yang aktif dalam UKM Tari bersama puluhan mahasiswa dari lintas fakultas di Ubaya.

Khusus "dance" untuk Hari Sumpah Pemuda yang berdurasi 17 menit itu, ia menyiapkan secara singkat dengan puluhan rekan-rekannya melalui beberapa kali pertemuan dan lima kali latihan pada setiap hari Sabtu.

"Idenya datang dari kami semua, lalu kami langsung membikin musik yang mendukung konsep itu hingga akhirnya menyajikan konsep yang memiliki tagline 'Buktikan Sumpahmu, Tunjukkan Kreativitasmu' itu," katanya, didampingi Ketua UKM Tari Ubaya, Linda Yosanti.

Intinya, konsep itu menceritakan seorang pemuda yang mulai putus asa dalam menjalani kehidupan dan terpuruk, lalu dia bertemu teman-teman dan  akhirnya mendapatkan semangatnya kembali berkat dukungan orang-orang di sekitarnya. Semangat itu disimbolkan dengan kepalan tangan berkali-kali.

Dalam "dance" Hari Sumpah Pemuda itu, puluhan mahasiswa itu mengakhiri penampilan dengan membentangkan potongan "banner" bertuliskan Sum-Pah-Pe-Mu-Da dan U-B-A-Y-A yang akhirnya mendapat "applaus" dari para mahasiswa pengunjung kantin itu. (*)


Editor: Slamet Hadi Purnomo

 

Buktikan Sumpahmu, Tunjukkan Kreatifitasmu Untuk Sumpah Pemuda

suarasurabaya.net - Tidak sekadar upacara saja, UKM Tari Universitas Surabaya, menampilkan tari kreasi baru perpaduan tradisional, hip hop dan break dance. Buktikan Sumpahmu, Tunjukkan Kreatifitasmu.

Hari Sumpah Pemuda adalah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia, 30 mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Universitas Surabaya memaknai hari sumpah pemuda dengan mengekspresikannya lewat tari-tarian.

Kekuatan Pemuda menjadi konsep yang dipilih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tari Universitas Surabaya (Ubaya) dengan tagline Buktikan Sumpahmu, Tunjukkan Kreatifitasmu dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Guguh Sujatmiko S.T.,M.Ds pembina UKM Tari Ubaya menyampaikan karyanya kali ini bercerita tentang anak muda yang mulai putus asa saat menjalani kehidupan dan akhirnya terpuruk.

"Tetapi keterpurukan itu menjadi berubah, menjadi sebuah kekuatan manakala akhirnya sang pemuda itu bertemu sesama rekan-rekannya anak muda. Semangat hidupnya kembali muncul karena dukungan orang-orang di sekitarnya," terang Guguh.

Tari yang ditampilkan di kantin Ubaya tersbeut merupakan gabungan dari tari tradisional, hip hop hingga break dance. Tetapi justru yang menjadi perhatian adalah ketika anak-anak muda ini mengajak segenap pengunjung kantin kampus itu menari bersama, flashmob.

Guguh secara khusus merancang atraksi tari ini sebagai persembahan untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Termasuk hadirnya gerakan kepalkan tangan sebagai simbolisasi semangat anak muda di Hari Sumpah Pemuda.

"Sekitar 30 mahasiswa kamilibatkan dalam kegiatan kali ini. Dan gerakan mengepalkan tangan diakhir tari adalah simbolisasi kekuatan anak muda. Anak muda yang akan menjadi generasi penerus bangsa ini," kata Guguh pada suarasurabaya.net, Sabtu (29/10/2016).

Sementara itu ditambahkan Linda Yosanti ketua UKM Tari Ubaya bahwa tarian ini sekaligus ingin menginspirasi anak-anak muda dan mahasiswa untuk tidak mudah putus asa dan tidka menyerah pada keadaan.

"Kami ingin mengajak anak-anak muda atau generasi muda untuk berani melawan kondisinya sendiri, dan tidak mudah putus asa, dan bekerja keras demi kecintaannya pada Tanah Air Indonesia. Kita mesti melihat generasi muda di masa lalu yang berani berjuang melawan keadaan ketika itu," kata Linda Yosanti.(tok/ipg)

Update: 01-11-2016 | Dibaca 4470 kali | Download versi pdf: 35-Mahasiswi-Ubaya-Sajikan---Dance--Sumpah-Pemuda.pdf